- Ruang Lingkup Penataan Formasi Tempat Duduk Siswa
Penataan tempat duduk adalah salah satu
upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengelola kelas. Karena pengelolaan kelas
yang efektif akan menentukan hasil pembelajaran yang dicapai. Dengan penataan
tempat duduk yang baik maka diharapkan akan menciptakan kondisi belajar yang
kondusif, dan juga menyenangkan bagi siswa.
Pembelajaran yang efektif dapat bermula
dari iklim kelas yang dapat menciptakan suasana belajar yang menggairahkan,
untuk itu perlu diperhatikan pengaturan/ penataan ruang kelas dan isinya,
selama proses pembelajaran. Lingkunagan kelas perlu ditata dengan baik sehingga
memungkinkan terjadinya interaksi yang aktif antara siswa dengan guru, dan
antar siswa. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan oleh guru dalam
menata lingkungan fisik kelas menurut Loisell (Winataputra, 2003) yaitu:
1.
Visibility
( Keleluasaan Pandangan)
Visibility
artinya penempatan dan penataan barang-barang di dalam kelas tidak mengganggu
pandangan siswa, sehingga siswa secara leluasa dapat memandang guru, benda atau
kegiatan yang sedang berlangsung. Begitu pula guru harus dapat memandang semua
siswa kegiatan pembelajaran.
2.
Accesibility
(mudah dicapai)
Penataan
ruang harus dapat memudahkan siswa untuk meraih atau mengambil barang-barang
yang dibutuhkan selama proses pembelajaran. Selain itu jarak antar tempat duduk
harus cukup untuk dilalui oleh siswa sehingga siswa dapat bergerak dengan mudah
dan tidak mengganggu siswa lain yang sedang bekerja.
3.
Fleksibilitas
(Keluwesan)
Barang-barang
di dalam kelas hendaknya mudah ditata dan dipindahkan yang disesuaikan dengan
kegiatan pembelajaran. Seperti penataan tempat duduk yang perlu dirubah jika
proses pembelajaran menggunakan metode diskusi, dan kerja kelompok.
4.
Kenyamanan
Kenyamanan
disini berkenaan dengan temperatur ruangan, cahaya, suara, dan kepadatan kelas.
5.
Keindahan
Prinsip
keindahan ini berkenaan dengan usaha guru menata ruang kelas yang menyenangkan
dan kondusif bagi kegiatan belajar. Ruangan kelas yang indah dan menyenangkan
dapat berengaruh positif pada sikap dan tingkah laku siswa terhadap kegiatan
pembelajaran yang dilaksanakan.
Penyusunan dan pengaturan ruang belajar
hendaknya memungkinkan anak duduk bekelompok dan memudahkan guru bergerak
secara leluasa untuk membantu dan memantau tingkah laku siswa dalam belajar.
Dalam pengaturan ruang belajar, hal-hal berikut perlu diperhatikan menurut
Conny Semawan,dkk. yaitu:
1.
Ukuran
bentuk kelas
2.
Bentuk
serta ukuran bangku dan meja
3.
Jumlah
siswa dalam kelas
4.
Jumlah
siswa dalam setiap kelompok
5.
Jumlah
kelompok dalam kelas
6.
Komposisi siswa dalam kelompok (seperti
siswa yang pandai dan kurang pandai, pria dan wanita).
Tempat duduk merupakan fasilitas atau
barang yang diperlukan oleh siswa dalam proses pembelajaran terutama dalam
proses belajar di kelas di sekolah formal.tempat duduk dapat mempengaruhi
proses pembelajaran siswa, bila tempat duduknya bagus, tidak terlalu rendah,
tidak terlalu besar, bundar, persegi empat panjang, sesuai dengan keadaan tubuh
siswa. Maka siswa akan merasa nyaman dan dapat belajar dengan tenang.
Hal yang tidak boleh kita lupakan bahwa
dalam penataan tempat duduk siswa tersebut guru tidak hanya menyesuaikan dengan
metode pembelajaran yang digunakan saja. Tetapi seorang guru perlu
mempertimbangkan karakteristik individu siswa, baik dilihat dari aspek
kecerdasan, psikologis, dan biologis siswa itu sendiri. Hal ini penting karena
guru perlu menyusun atau menata tempat duduk yang dapat memberikan suasana yang
nyaman bagi para siswa.
Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono
(udhiezx.wordpress: 4) melihat siswa sebagai individu dengan segala perbedaan
dan persamaannya yang pada intinya mencakup ketiga aspek di atas. Persamaan dan
perbedaan dimaksud adalah :
1.
Persamaan
dan perbedaan dalam kecerdasan (inteligensi).
2.
Persamaan
dan perbedaan dalam kecakapan
3.
Persamaan
dan perbedaan dalam hasil belajar
4.
Persamaan
dan perbedaan dalam bakat
5.
Persamaan
dan perbedaan dalam sikap
6.
Persamaan
dan perbedaan dalam kebiasaan
7.
Persamaan
dan perbedaan dalam pengetahuan/pengalaman
8.
Persamaan
dan perbedaan dalam ciri-ciri jasmaniah
9.
Persamaan
dan perbedaan dalam minat
10.
Persamaan
dan perbedaan dalam cita-cita
11.
Persamaan
dan perbedaan dalam kebutuhan
12.
Persamaan
dan perbedaan dalam kepribadian
13.
Persamaan
dan perbedaan dalam pola-pola dan tempo perkembangan
14.
Persamaan
dan perbedaan dalam latar belakang lingkungan.
Berbagai persamaan dan perbedaan
kepribadian siswa di atas, sangat berguna dalam membantu usaha pengaturan siswa
di kelas. Terutama berhubungan dengan masalah bagaimana pola pengelompokan
siswa dan penataan tempat duduk dengan metode belajar kelompok guna menciptakan
lingkungan belajar aktif dan kreatif, sehingga kegiatan belajar yang penuh
kesenangan dan bergairah dapat terlaksana.
Penempatan siswa kiranya harus
mempertimbangan pula pada aspek biologis seperti, postur tubuh siswa, dimana
menempatkan siswa yang mempunyai tubuh tinggi dan atau rendah. Dan bagaimana
menempatkan siswa yang mempunyai kelainan dalam arti secara psikologis,
misalnya siswa yang hiper aktif, suka melamun, dll.
- Jenis-Jenis Penataan Formasi Tempat Duduk Siswa
Silberman menunjukkan penataan tempat
duduk siswa yang dapat dipilih dalam proses pembelajaran adalah: model huruf U,
corak tim, meja konferensi, lingkaran, susunan chevron, auditorium, model
tradisional.
1. Huruf
U
Formasi kelas bentuk huruf U sangat
menarik dan mampu mengaktifkan para siswa, sehingga mampu membuat mereka
antusias untuk mengikuti pelajaran. Dalam hal ini guru adalah orang yang paling
aktif dengan bergerak dinamis ke segala arah dan langsung berinteraksi secara
langsung, sehingga akan mendapatkan respon dari pendidik secara langsung.
2. Corak Tim
Pada model ini, meja-meja dikelompokkan
setengah lingkaran atau oblong di ruang tengah kelas agar memungkinkan guru
melakukan interaksi dengan setiap tim (kelompok siswa). Guru dapat meletakkan
kursi-kursi mengelilingi meja-meja guna menciptakan suasana yang akrab. Siswa
juga dapat memutar kursi melingkar menghadap ke depan ruang kelas untuk melihat
guru atau papan tulis.
- Meja Koferensi
Formasi konferensi sangat bagus
digunakan dalam metode debat saat membahas suatu permasalahan yang dilontarkan
oleh pendidik, kemudian membiarkan para siswa secara bebas mengemukakan
berbagai pendapat mereka. Denagn begitu akan didapatkan sebuah kesimpulan atau
bahkan dapat memunculkan permasalahan baru yang bisa dibahas lagi pada
pertemuan berikutnya.
- Lingkaran
Dalam model ini, tempat duduk siswa
disusun dalam bentuk lingkaran sehingga mereka dapat berinteraksi
berhadap-hadapan secara langsung. Model lingkaran seperti ini cocok untuk
diskusi kelompok penuh.
- Susunan Chevron
Bentuk cevron mungkin bisa sangat
membantu dalam usaha mengurangi jarak di antarsiswa maupun antar siswa dengan
guru, sehingga siswa dan guru mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap
lingkungan kelas dan mampu aktif dalam pembelajaran di kelas. Formasi ini
memberikan sudut pandang baru bagi siswa, sehingga mereka mampu menjalani
proses belajar-mengajar dengan antusias, menyenangkan, dan terfokus.
- Auditorium
Formasi auditorium merupakan tawaran
alternative dalam menyusun ruang kelas. Meskipun bentuk auditorium menyediakan
lingkungan yang sangat terbatas untuk belajar aktif, namun hal ini dapat dicoba
untuk mengurangi kebosanan siswa yang terbiasa dalam penataan ruang secara
konvensional (tradisional). Jika tempat duduk sebuah kelas dapat dengan mudah
dipindah-pindahkan, maka guru dapat membuat bentuk pembelajran ala auditorium
untuk membentuk hubungan yang lebih erat, sehingga memudahkan siswa melihat
guru.
7. Tradisional
Formasi Tradisional adalah formasi yang
biasa kita temui dalam kelas-kelas tradisional yang memungkinkan para siswa
duduk berpasangan dalam satu meja dengan dua kursi. Namun, model ini sangat
memiliki keterbatasan yaitu pandangan teman yang berada di kelas terutama di
belakang sering terganggu. Mobilitas siswa juga tidak bisa leluasa.
- Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing Formasi (simulasi)
1. Huruf
U
Kelebihan
|
:
|
guru
dapat menjangkau seluruh peserta didik sehingga pembelajaran dapat maksimal.
|
Kekurangan
|
:
|
kondisi
ini digunakan untuk kelas yang jumlah siswanya tidak terlalu banyak.
|
2. Corak
Tim
Kelebihan
|
:
|
memungkinkan
guru melakukan interaksi dengan setiap tim (kelompok siswa). Siswa juga dapat
mendiskusikan masalah belajarnya dengan siswa satu kelompoknya dan dapat
memaksimalkan kegiatan belajarnya dengan baik.
|
Kekurangan
|
:
|
Kondisi
kelas biasanya ramai dan materi yang disampaikan tidak dapat disampaikan
secara maksimal dalam kondisi kelas yang demikian.
|
3. Meja
Konferensi
Kelebihan
|
:
|
menjadikan
mudah permasalahan yang dianggap berat/ sulit karena didiskusikan secara
bersama.
|
Kekurangan
|
:
|
Dapat
mengurangi peran penting siswa.
|
4. Lingkaran
Kelebihan
|
:
|
sistem
ini dapat menyelesaikan permasalahan kelompok secara bersama dengan peserta
didik yang jumlahnya banyak, dapat menjadikan mudah permasalahan yang
dianggap berat/ sulit.
|
Kekurangan
|
:
|
pembelajaran
kurang efektif dalam penerimaan dan pemberian tugas, karena siswa umumnya
lebih suka bermain.
|
5. Susunan
Chevron
Kelebihan
|
:
|
mengurangi
jarak di antar siswa maupun antar siswa dengan guru, sehingga siswa dan guru
mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap lingkungan kelas dan mampu aktif
dalam pembelajaran
|
Kekurangan
|
:
|
6. Auditorium
Kelebihan
|
:
|
mengurangi
kebosanan siswa yang terbiasa dalam penataan ruang secara konvensional
(tradisional)
|
Kekurangan
|
:
|
lingkungan
yang sangat terbatas untuk belajar aktif
|
7. Tradisional
Kelebihan
|
:
|
siswa
mampu di jangkau oleh pandangan guru, kelas tampak lebih teratur dam rapi,
dan guru dapat mengawasi dari depan.
|
Kekurangan
|
:
|
guru
biasanya kurang memperhatikan siswa yang ada di belakang. Siawa yang tempat
duduknya dibelakang tidak dapat menerima pelajaran secara maksimal.
|
DAFTAR
PUSTAKA
Azhar, Imam, M.Pd.,
2013, Pengelolaan Kelas; Dari Teori Ke Praktek, Yogyakarta: Penerbit
Insyira
SUMBER LAIN :
Udhiexz, 2008,
Pengelolaan Kelas, [online], (http://udhiexz.wordpress.com/2008/05/27/pengelolaan-kelas/
, diakses tanggal 07 April 2014)
Educatainment, 2012,
Mendesain Ruang Kelas, [Online], (http://educatainment.wordpress.com/2012/05/31/b-pengaturan-bangku/
, diakses tanggal 07 April 2014)
sangat membantu, terimakasih
BalasHapus