BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perencanaan sistem
dan design pembelajaran itu tidak lepas dari teori dan konsep design
pembelajaran, dengan kata lain teori dan konsep design pembelajaran itu sangat
dibutuhkan dalam perencanaan sistem dan design pembelajaran. Kata teori sendiri
itu mempunyai pengertian yakni, serangkaian bagian atau
variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah
pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antar
variabel, dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan maksud menjelaskan
fenomena alamiah. Labovitz dan Hagedorn mendefinisikan teori sebagai ide
pemikiran “pemikiran teoritis” yang mereka definisikan sebagai “menentukan”
bagaimana dan mengapa variable-variabel dan pernyataan hubungan dapat saling
berhubungan. Untuk lebih jelasnya lagi penulis akan memaparkannya dalam
penjelasan selanjutnya (bab II).
B. Rumusan Masalah
1.
Bagaimanakah
teori design pembelajaran?
2.
Bagaimanakah
konsep design pembelajaran?
C. Tujuan
Pembahasan
1.
Untuk mengetahui
teori design pembelajaran?
2.
Untuk
mengetahui konsep design pembelajaran ?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Teori Design
Pembelajaran
Secara sekilas
dapat dijelaskan, bahwa teori belajar merupakan sumber hipotesis atau
dugaan-dugaan tentang proses belajar yang telah teruji kebenarannya melalui penelitian
dan pengalaman. Teori belajar bersifat deskriptif. Berbeda dengan teori
belajar, teori pembelajaran berusaha merumuskan cara-cara untuk membuat orang
dapat belajar dengan baik, teori ini bersifat preskriptif. Teori inilah yang
digunakan oleh pembelajar (pendidik) dalam mengupayakan berbagai rekayasa untuk
pebelajar (peserta didik) agar mau dan bisa belajar[1]
1.
Teori
Behaviorisme
Teori ini merupakan aliran psikologi yang memandang individu dari
sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek-aspek mental. Dengan kata lain,
teori ini tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat, dan perasaan individu
dalam suatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks
sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu.
2.
Teori Kognitivisme
Menurut kognitivis, belajar adalah proses pemaknaan informasi baru
dengan jalan mengaitkannya dengan struktur informasi yang telah ada.
3.
Teori
Konstruktivisme
Penekanan pokok pada konstruktivis adalah situasi belajar, yang
memandang belajar yang kontekstual.
B.
Konsep Desain
Pembelajaran
Desain pembelajaran sebagai proses menurut
Syaiful Sagala (2005:136) adalah pengembangan pengajaran secara sistematik yang
digunakan secara khusus teori-teori pembelajaran unuk menjamin kualitas
pembelajaran. Pernyataan tersebut mengandung arti bahwa penyusunan perencanaan
pembelajaran harus sesuai dengan konsep pendidikan dan pembelajaran yang dianut
dalam kurikulum yang digunakan. Dengan demikian dapat disimpulkan desain
pembelajaran adalah praktek penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk
membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan
peserta didik.[2]
Menurut Reigeluth
Desain pembelajaran adalah Proses untuk menentukan metode pembelajaran apa
yang paling baik dilaksanakan agar timbul perubahan pengetahuan dan ketrampilan
pada diri pemelajar ke arah yang dikehendaki. Briggs mengemukakan desain
pembelajaran adalah rencana tindakan yang terintegrasi meliputi komponen
tujuan, metode dan penilaian untuk memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan.
Menurut Seels dan Richey Desain
pembelajaran adalah Proses untuk merinci kondisi untuk belajar, dengan tujuan
makro untuk menciptakan strategi dan produk, dan tujuan mikro untuk
menghasilkan program pelajaran atau modul.
Morisson, Ross & Kemp (2007) mengartikan desain
pembelajaran adalah suatu proses desain yang sistematis untuk menciptakan
pembelajaran yang lebih efektif dan efisien, serta membuat kegiatan
pembelajaran lebih mudah, yang didasarkan pada apa yang kita ketahui mengenai
teori-teori pembelajaran, teknologi informasi, sistematika analisis, penelitian
dalam bidang pendidikan, dan metode-metode manajemen. Sedangkan menurut Herbert Simon (Dick dan
Carey, 2006), mengartikan design sebagai pemecahan masalah. Dan Gagne
(1992) menjelaskan design pembelajaran disusun untuk membantu belajar siswa.[3]
Dari pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
perencanaan pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh guru dalam
membimbing, membantu, dan mengarahkan peserta didik untuk memiliki pengalaman
belajar serta mencapi tujuan pengajaran yang telah ditetapkan dengan
langkah-langkah penyusunan materi pelajaran, penggunaan media pengajaran,
penggunaan metode dan pendekatan pengajaran, dan penilaian dalam suatu alokasi
waktu yang akan dilaksanakan dalam waktu tertentu
C.
Komponen Utama
Design Pembelajaran
1.
Pembelajar (pihak yang menjadi fokus), meliputi
: karakteristik mereka,
2.
Tujuan pembelajaran (umum dan khusus)
pembelajaran kompetensi yang akan dikuasi si pembelajar.
3.
Analisis pembelajaran, proses menganalisis atau
materi yang akan dipelajari.
4.
Strategi pembelajaran
5.
Bahan ajar, format materi yang akan diberikan
pada pembelajar
6.
Penilaian belajar, pengukuran kemampuan atau
kopetensi yang sudah dikuasi atau belum.
D. Fungsi Desain Pembelajaran
1. Meningkatkan kemampuan
Pembelajar (instruktur, guru, widyaiswara, dosen, dl
2. Menghasilkan sumber
belajar
3. Mengembangkan system belajar mengajar
4. Mengembangkan Organisasi menjadi organisasi
belajar.
5. Sebagai petunjuk arah
kegiatan dalam mencapai tujuan.
6. Sebagai pedoman
kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun murid.
7. Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu
pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketetapan dan kelambatan kerja.
8. Untuk bahan penyusunan
data agar terjadi keseimbangan kerja.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Secara sekilas dapat dijelaskan, bahwa teori belajar merupakan
sumber hipotesis atau dugaan-dugaan tentang proses belajar yang telah teruji
kebenarannya melalui penelitian dan pengalaman. Teori belajar bersifat
deskriptif. Berbeda dengan teori belajar, teori pembelajaran berusaha
merumuskan cara-cara untuk membuat orang dapat belajar dengan baik, teori ini
bersifat preskriptif. Teori inilah yang digunakan oleh pembelajar (pendidik)
dalam mengupayakan berbagai rekayasa untuk pebelajar (peserta didik) agar mau
dan bisa belajar
B. Saran
Penulis menyadari akan kekurangan yang kami miliki
dan dengan itulah kami akan menerima semua masukan dari para pembaca yang
budiman, guna untuk menyempurnakan isi dari makalah ini. Penulis menyarankan
untuk tidak hanya menggunakan makalah ini sebagai acuan referensi, karena
makalah ini jauh dari kesempurnaan.
DAFTAR PUSTAKA
Dr. Sanjaya Wina, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran,
(Jakarta : Kencana, 2008)
Syaiful
Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran,
(Bandung , Alfabeta, 2005), 20.
Imam Azhar, Perencanaan sistem Desain Pembelajaraan, (Lamongan:STAIDRA, 2013), 03.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar