A.
Model-model
Pengelolaan Kelas
Terdapat beberapa model dalam pengelolaan kelas
yang dapat diaplikasikan dalam proses pembelajaran, yaitu :
1.
Model Humanistik
Model ini dikembangkan oleh Carl Rogers. Model
ini menekankan pada faktor keunikan dan rasa dignity setiap individu
pebelajar/siswa. Orientasi pendekatannya lebih condong ke Student-Centered dari
pada Teacher-Centered. Pada model ini, intervensi pembelajar sangat dikurangi,
bahkan lebih menitikberatkan pada partisipasi aktif belajar dalam proses
pembelajaran di kelas, sistem supervisi, dan pengembangan internal individu
pebelajar.
2.
Model Demokratik
Model ini
diperkenalkan oleh Kounin dan Dreikurs. Model ini juga sangat
menghargai perbedaan dan hak-hak individual pebelajar/siswa, dan bahkan
menekankan pada kebebasan bersuara. Pada model ini, para pebelajar diberikan hak dan kesempatan
untuk berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan mengelola kelas mereka. Pendekatan
pembelajaran yang diterapkan adalah relatively
student centered.
3. Model Behavioristik
Model ini berasal dari teori operant
conditioning Skinner, dan model assertive dari Canter. Model ini menekankan
pada peran vital pembelajar/guru dan arahan atau instruksi dari pembelajar/guru.
Model ini menitikberatkan pada modifikasi perilaku yang dianggap sebagai aspek
korektif, dengan demikian, jika ada perilaku menyimpang maka perlu dilakukan
koreksi dengan tujuan untuk meminimalisasi atau mengubah perilaku tersebut. Pada
aspek korektif ini, penggunaan penguatan dan hukuman merupakan elemen kunci
keberhasilannya.
4.
Model Konstruktivis
Model ini merupakan terjemahan dari konsep
DePorter (2000) yaitu mengorkrestasi lingkungan yang mendukung. Model ini lebih
menitikberatkan pada pendekatan pembelajaran student-centered.
DAFTAR
PUSTAKA
Azhar, Imam. Pengelolaan Kelas dari Teoritis Ke Praktis.
2013. (Yogyakarta: Insyira).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar