Kamis, 12 Juni 2014

Model-model Pengelolaan Kelas


                  A.  Model-model Pengelolaan Kelas

Terdapat beberapa model dalam pengelolaan kelas yang dapat diaplikasikan dalam proses pembelajaran, yaitu :

1.      Model Humanistik
Model ini dikembangkan oleh Carl Rogers. Model ini menekankan pada faktor keunikan dan rasa dignity setiap individu pebelajar/siswa. Orientasi pendekatannya lebih condong ke Student-Centered dari pada Teacher-Centered. Pada model ini, intervensi pembelajar sangat dikurangi, bahkan lebih menitikberatkan pada partisipasi aktif belajar dalam proses pembelajaran di kelas, sistem supervisi, dan pengembangan internal individu pebelajar. 

2.      Model Demokratik
Model ini diperkenalkan oleh Kounin dan Dreikurs. Model ini juga sangat menghargai perbedaan dan hak-hak individual pebelajar/siswa, dan bahkan menekankan pada kebebasan bersuara. Pada model ini,  para pebelajar diberikan hak dan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan mengelola kelas mereka. Pendekatan pembelajaran yang diterapkan adalah relatively student centered. 

3.      Model Behavioristik
Model ini berasal dari teori operant conditioning Skinner, dan model assertive dari Canter. Model ini menekankan pada peran vital pembelajar/guru dan arahan atau instruksi dari pembelajar/guru. Model ini menitikberatkan pada modifikasi perilaku yang dianggap sebagai aspek korektif, dengan demikian, jika ada perilaku menyimpang maka perlu dilakukan koreksi dengan tujuan untuk meminimalisasi atau mengubah perilaku tersebut. Pada aspek korektif ini, penggunaan penguatan dan hukuman merupakan elemen kunci keberhasilannya.

4.      Model Konstruktivis
Model ini merupakan terjemahan dari konsep DePorter (2000) yaitu mengorkrestasi lingkungan yang mendukung. Model ini lebih menitikberatkan pada pendekatan pembelajaran student-centered.


DAFTAR PUSTAKA

Azhar, Imam. Pengelolaan Kelas dari Teoritis Ke Praktis. 2013. (Yogyakarta: Insyira).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate