KEPEMIMPINAN LEMBAGA
PENDIDIKAN ISLAM
Disusun Untuk Memenuhi
Tugas Mata Kuliah
Manajemen Lembaga
Pendidikan
Dosen Pengampu :
Imam Azhar M.Pd
Disusun Oleh :
Oktafiani
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
SEKOLAH TINGGI AGAMA
ISLAM SUNAN DRAJAT (STAIDRA)
KRANJI PACIRAN LAMONGAN
2013
KATA PENGANTAR
Alhamduillahi
robbil “alamin rasa syukur selalu kepada Allah SWT karena rahmat dan nikmatnya
kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak
lupa saya ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing dan temam-teman yang
telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.
Sholawat serta salam
mudah-mudahan tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW,
panutan berdzikir, berfikir dan beramal shaleh, panutan kita bergerak sepanjang
massa.
Pada makalah ini
penulis ingin membahas tentang Kepemimpinan Lembaga Pendidikan Islam, Penulis
menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab
itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun, dan semoga
dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
10 Desember 2013
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ……………………………………………………………………………… 2
Daftar Isi ……………………………………………………..……………………………. 3
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang ……………………………………………………………………… 4
B.
Rumusan Masalah
…………………………………………………………………… 4
C.
Tujuan ………………………………………………………………………………. 4
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Arti Pendidikan ……………………………………………………………………… 5
B.
Fungsi Kepemimpinan …………..……………........………………………………... 7
C.
Gaya Kepemimpinan
………………………………………………………………... 8
D.
Faktor yang
Mempengaruhi Kepemimpinan ………………………………………... 10
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan …………………………………………………………………………. 11
B.
Saran
………………………………………………………………………………... 11
BAB IV
A.
Daftar Pustaka
……………………………………………………………………… 11
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kepemimpinan
adalah factor yang penting dalam sebuah organisasi. faktor
kepemimpinan menentukan bersil tidaknya sebuah organisasi. Dalam lembaga
pendidikan islam di butuhkan para pemimpin yang mampu mewujudkan tujuan lembaga
pendidikan islam semisal sekolah, guru, pegawai sekolah terutama kepala sekolah
berperan penting dalam keberhasilan sekolah tersebut. Maka dari itu kita harus
mengetahui tentang kepemimpinan agar kita dapat mengetahui bagaimana menjadi
pemimpin yang baik.
B.
Rumusan Masalah
@
Bagaimana Arti Kepemimpinan ?
@
Bagaimana Fungsi
Kepemimpinan?
@
Bagaimana Gaya
Kepemimpinan ?
@
Bagaimana Faktor yang Mempengaruhi
Kepemimpinan ?
C.
Tujuan Pembahasan
@
Menjelaskan Arti Kepemimpinan
@
Menjelaskan Fungsi
Kepemimpinan.
@
Menjelaskan Menjelaskan
Gaya Kepemimpinan .
@
Menjelaskan Faktor yang
Mempengaruhi Kepemimpinan .
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Arti
Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah ilmu yang wajib
ada dalam setiap diri
manusia. karena setiap manusia akan menjadi pemimpin, setidaknya bagi dirinya
sendiri. Manusia yang mempunyai ilmu kepemimpinan yang baik dan mampu
mengaplikasikan dengan baik pula, maka selain akan bermanfaat bagi diri sendiri
juga bermanfaat bagi orang di sekitarnya dikarenakan manusia adalah mahluk
social. Pemimpin pada hakikatnya
adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang
lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan.[1]
Dalam lembaga
pendidikan islam, ilmu kepemimpinan sangat penting, semua orang yang terlibat
dalam lembaga pendidikan islam adalah seorang pemimpin, sebagai contoh dalam
suatu sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, orang tua siswa
adalah seorang pemimpin, yaitu pemimpin bagi dirinya untuk mencapai tujuan
sesuai dengan posisinya dalam lembaga pendidikan islam. sedangkan yang menjadi
pemimpin sekolah secara organisatoris
(structural kepengurusan) adalah Kepala sekolah. Jadi seorang kepala sekolah
harus menguasai kepemimpinan karena apabila seorang pemimpin tidak menguasai
ilmu kepemimpinan maka, apa yang di pimpin akan hancur, seperti sabda Nabi
Muhammad saw “siapa yang menyerahkan urusan kepada bukan ahlinya, tunggulah
kehancuranya” (H.R. Bukhori)[2].
Berikut
adalah Pengertian dari kepemimpinan yang dikemukakan oleh para ahli:
1. Cooley
(1902) mengemukakan bahwa kepemimpinan selalu merupakan inti dari tendensi, dan
dilain pihak seluruh gerakan social bila diuji secara teliti akan terdiri dari
berbagai tendensi yang mempunyai arti tersebut.
2. Mumford
(1906-1907) mendefinisikan kepemimpinan sebagai keunggulan seseorang atau
beberapa individu dalam kelompok, dalam proses mengontrol gejala social.
3. Blackmard
(1924) melihat kepemimpinan sebagai titik polarisasi untuk kerjasama kelompok.
4. Bernard
(1927) mengemukakan bahwa pemimpinan dipengaruhi oleh kebutuhan-kebutuhan dan
harapan-harapan dari para anggota kelompok, yang pada giliranya ia memusatkan
perhatian dan pendayagunaan energy anggota kelompok kearah yang diinginkan.
5. Stuart
(1927) mendifinisikan kepemimpinan sebagai kemampuan yang memberi kesan tentang
keinginan pemimpin, sehingga dapat menimbulkan kebutuhan, rasa hormat,
loyalitas dan kerjasama.
Dari lima
pendapat ahli di atas semuanya hampir sama yaitu pengklasifikasian pemimpin sebagai pusat dari
perubahan, aktifitas dan proses kelompok. Pemimpin di sini di posisikan sebagai
penanggung jawab atas semua yang ada dalam kelompok atau organisasinya,
pemimpin juga yang menyatukan semua keinginan dari kelompok untuk di wujudkan.
1. Bogardus
(1928) menggambarkan kepemimpinan sebagai bentukan keadaan pola tingkah laku
yang membuat orang lain berada di bawah perilakunya.
Menurut
bogardus pemimpin adalah seseorang yang mempunyai kepribadian yang unggul di
banding yang yang lain dalam suatu kelompok atau organisasi, sehingga
orang-orang dalam kelompok atau organisasi tersebut mengikutinya.
2.
Orway tead (1935)
mendefinisikan kepemimpinan sebagai aktivitas mempengaruhi orang untuk
berkerjasama dalam mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan bersama.
Kepemimpinan sebagai seni mempengaruhi orang lain, orway
tead cenderung memandang kepemimpinan sebagai pemaksaan atau pendesakan
pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok
sesuai dengan keinginan pemimpin. Hal tersebut
mencerminkan kurangnya pengakuan hak, keinginan dan kebutuhan anggota kelompok
atau tradisi serta norma kelompok.
Teori
ini dijadikan sebagai landasan para pemimpin yang otoriter, kebanyakan tumbuh
subur di kelompok, organisasi, atau Negara yang menganut system monarci.
1.
Knickerbocker
(1948), Berpendapat fungsional kepemimpinan adalah bila pemimpin dipersepsi
oleh anggota kelompok sebagai pengendali dalam pemuasan kebutuhan mereka. Pemimpin
di gambarkan sebagai pengendali dalam memuaskan kebutuhan para anggota atau
orang-orang yang ada dalam kelompok tersebut. Dalam sebuah organisasi atau
kelompok butuh seseorang yang mampu mengendalikan anggota kelompoknya yang
nantinya mewujudkan kebutuhan dari seluruh anggota kelompok tersbeut.
2. Koonts
dan o’donnel (1955) memandang kepemimpinan sebagai aktifitas membujuk manusia
untuk bekerjasama dalam mencapai tujuan yang sama.[3]
Konts
dan o’donnel berusaha untuk menghilangkan kesan pemaksaan dalam
mendefinisikannya, dan tetap memakai konsep pemimpin sebagai factor yang menentukan
di dalam hubungannya dengan para pengikutnya.
3.
Shartle (1956)
mendefinisikan tingkah laku kepemimpinan sebagai tingkah yang akan menghasilkan
tindakan orang lain searah dengan keinginanya.
4.
Sheriff (1956)
memandang kepemimpinan sebagai suatu peranan dalam suatu skema hubungan yang di
tentukan oleh harapan timbale balik antara pemimpin dengan anggota lainya.
5.
Smith (1948) dan Bass
(1960) menyamakan kepemimpinan kintrol dari proses interaksi.
Dari berbagai
definisi di atas dapat disimpulkan bahwasanya kepemimpinan adalah ilmu untuk
memerintah orang lain, yang didalam pekerjaanya untuk mencapai tujuan
memerlukan bantuan orang lain. Sebagai seorang
pemimpin ia mempunyai peranan yang aktif dan senantiasa ikut campur tangan
dalam segala permasalahan yang berkenaan dengan kebutuhan anggota kelompoknya.
Pemimpin ikut merasakan kebutuhan-kebutuhan itu dan dapat membantu menstimulir
para anggotanya dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan.
B.
Fungsi
dari seorang pemimpin
·
Menurut R.L. Khan
mengemukakan pemimpin memiliki fungsi:
1.
Memberikan kepuasan
terhadap kebutuhan para anggotanya, maksudnya pemimpin mengusahakan kenyamanan
pada anggotanya baik dalam proses mencapai tujuan organisasi tersebut, maupun
mengusahakan terwujudnya tujuan organisasi itu sendiri. Sebagai contoh dalam
sekolah maka fungsi kepala sekolah adalah memberi kenyamanan pada guru dan
stafnya yang lain, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam mengusahakan
tujuan sekolah.
2.
Menyusun jalur
mencapai tujuan, maksudnya membuat dan merancang langkah-langkah untuk mewujudkan tujuan
organisasi baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang.
3.
Menghilangkan
hambatan-hambatan pencapaian tujuan,
4.
Mengubah tujuan anggota
sehingga tujuan mereka bisa berguna secara organisatoris. Maksudnya menanamkan
tujuan organisasi kepada setiap anggota sehingga tujuan organisasi menjadi
tujuan bersama.
·
Menurut c. miljus
mengatakan pemimpin mempunyai beberapa fungsi:
1. Menentukan
tujuan organisasi yang realistis, tujuan organisasi harus sesuai dengan
latarbelakang terbentuknya organisasi tersebut dan juga harus yang mampu di
capai, bukan sebuah hayalan yang tidak mungkin tercapai. Contoh dalam sekolah,
kepala sekolah menentukan tujuan sekolah yaitu mencerdaskan pebelajar tidak
boleh sekolah bertujuan untuk mencari laba uang sebanyak-banyaknya atau
menjadikan pebelajar menjadi obyek coba-coba progam pemerintah karna tidak
realistis
2. Memfasilitasi
anggota agar dapat bekerja dengan baik
3. Mengkomunikasikan
kepada anggota apa yang harus mereka lakukan/kerjakan.
4. Mengapresiasi
setiap tindakan anggota.
5. Memberikan
wewenang kepada anggota sesuai dengan tugasnya dan apabila ada tugas yang tidak
bisa di kerjakan oleh anggota dapat mengundang partisipasi oleh anggota yang
lain apabila memungkinkan.
6. Menghilangkan
hambatan
7. Menunjukan
perhatian kepada anggota.
C.
Gaya
Kepemimpinan
Pada
umumnya kepemimpinan dibagi menjadi tiga jenis:
1. Kepemimpinan
OTOKRATIK
Gaya
kepemimpinan ini mutlak segala keputusan ada pada satu orang, gaya kepemimpinan
ini sering menjadikan anggota menjadi tidak nyaman karena tidak mempunyai hak
berupa peluang untuk membuat keputusan.
2. Kepemimpinan
DEMOKRASI
Yaitu
kepemimpinan berdasarkan demokrasi, dalam arti bukan dipilihnya pemimpin itu
secara demokratik saja,
melainkan cara yang dilaksanakan sipemimpin yang demokratik, artinya kebijakan
apapun itu di ambil secra musyawarah sehingga keputusan yang nantinya di
putuskan oleh pemimpin adalah hasil musyawarah.
3. Kepemimpinan
BEBAS
Kepemimpinan
seperti ini adalah kepemimpinan yang menjadikan pemimpin sebagai penonton yang
bersifat pasif.[4]
D. Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Pemimpinan
Menurut H. Jodeph ada 6 faktor yang mempengaruhi efektivitas
kepemimpian, yaitu :
1. Kepribadian
2. Pengharapan dan perilaku atasan
3. Karakteristik, harapan, dan perilaku bawahan
4. Kebutuhan tugas
5. Ikim dan kebijakan organisasi
6. Harapan dan perilaku rekan
Menurut
davis ada empat faktor
yang mempengaruhi kepemimpinan, yaitu:
1. Kecerdasan.
Seorang pemimpin seharusnya mempunyai kecerdasan lebih dari para anggotanya,
2. Kematangan
keluasan social. Seorang pemimpin biasanya memiliki emosi yang stabil, matang,
memiliki aktifitas dan pandangan yang cukup matang
3. Motifasi
dalam dan dorongan prestasi. Dalam diri seorang pemimpin harus mempunyai
motifasi dan dorongan untuk mencapai suatu tujuan.
4. Hubungan
manusia. Memimpin harus bias mengenali dan menghargai para angotanya.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kepemimpinan adalah ilmu untuk
memerintah orang lain, yang didalam pekerjaanya untuk mencapai tujuan
memerlukan bantuan orang lain. Sebagai seorang pemimpin ia mempunyai peranan
yang aktif dan senantiasa ikut campur tangan dalam segala permasalahan yang berkenaan
dengan kebutuhan anggota kelompoknya. Pemimpin ikut merasakan
kebutuhan-kebutuhan itu dan dapat membantu menstimulir para anggotanya dalam
kegiatan-kegiatan yang dilakukan.
Fungsi dari seorang
pemimpin ialah Memberikan kepuasan terhadap kebutuhan para anggotanya,
Menyusun jalur mencapai tujuan, Menghilangkan hambatan-hambatan pencapaian
tujuan, Mengubah tujuan anggota sehingga tujuan mereka bisa berguna secara
organisatoris, Menunjukan perhatian kepada anggota, Mengapresiasi setiap
tindakan anggota, Memberikan wewenang kepada anggota sesuai dengan tugasnya dan
apabila ada tugas yang tidak bisa di kerjakan oleh anggota dapat mengundang
partisipasi oleh anggota yang lain apabila memungkinkan. Ada
tiga gaya kepemimpinan OTOKRATIK, DEMOKRASI, BEBAS. Factor
yang mempengaruhi kepemimpinan yaitu Kecerdasan, Kematangan keluasan social, Motifasi dalam dan dorongan prestasi, Hubungan
manusia.
B. Saran
Penulis menyarankan untuk tidak menggunakan makalah ini sebagai acuan yang
mutlak karena makalah ini jauh dari kesempurnaan oleh karena itu penulis
menyarankan kepada semua pembaca makalah ini untuk mencari sumber-sumber lain
untuk menyempurnakan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Hussein
bisri 1993. Hadist shahih bukhori. Al iklas. Surabaya.
Wahjosumidjo. 2008. Kepemimpinan kepala sekolah.
Rajawali pres. Jakarta.
Anoraga Pandji. 2003. Psikologi
kepemimpinan. Rineka cipta. Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar