Rabu, 29 Januari 2014




KEPEMIMPINAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Manajemen Lembaga Pendidikan
Dosen Pengampu :
Imam Azhar M.Pd
Disusun Oleh :

Oktafiani





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SUNAN DRAJAT (STAIDRA)
KRANJI PACIRAN LAMONGAN
2013


KATA PENGANTAR

Alhamduillahi robbil “alamin rasa syukur selalu kepada Allah SWT karena rahmat dan nikmatnya kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing dan temam-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.
Sholawat serta salam mudah-mudahan tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, panutan berdzikir, berfikir dan beramal shaleh, panutan kita bergerak sepanjang massa.
Pada makalah ini penulis ingin membahas tentang Kepemimpinan Lembaga Pendidikan Islam, Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun, dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.




10 Desember 2013

Penulis


DAFTAR ISI

Kata Pengantar  ………………………………………………………………………………         2
Daftar Isi  ……………………………………………………..……………………………. 3
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang  ……………………………………………………………………… 4
B.     Rumusan Masalah …………………………………………………………………… 4
C.     Tujuan  ………………………………………………………………………………. 4
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Arti Pendidikan ………………………………………………………………………         5
B.     Fungsi Kepemimpinan …………..……………........………………………………... 7
C.     Gaya Kepemimpinan ………………………………………………………………... 8
D.    Faktor yang Mempengaruhi Kepemimpinan ………………………………………...  10
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan …………………………………………………………………………. 11
B.     Saran ………………………………………………………………………………... 11
BAB IV
A.    Daftar Pustaka ……………………………………………………………………… 11




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kepemimpinan adalah factor yang penting dalam sebuah organisasi. faktor kepemimpinan menentukan bersil tidaknya sebuah organisasi. Dalam lembaga pendidikan islam di butuhkan para pemimpin yang mampu mewujudkan tujuan lembaga pendidikan islam semisal sekolah, guru, pegawai sekolah terutama kepala sekolah berperan penting dalam keberhasilan sekolah tersebut. Maka dari itu kita harus mengetahui tentang kepemimpinan agar kita dapat mengetahui bagaimana menjadi pemimpin yang baik.

B.     Rumusan Masalah
@  Bagaimana Arti Kepemimpinan ?
@  Bagaimana Fungsi Kepemimpinan?
@  Bagaimana Gaya Kepemimpinan ?
@  Bagaimana Faktor yang Mempengaruhi Kepemimpinan ?

C.     Tujuan Pembahasan
@  Menjelaskan Arti Kepemimpinan
@  Menjelaskan Fungsi Kepemimpinan.
@  Menjelaskan Menjelaskan Gaya Kepemimpinan .
@  Menjelaskan Faktor yang Mempengaruhi Kepemimpinan .





BAB II
PEMBAHASAN
A.    Arti Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah ilmu yang wajib ada dalam setiap diri manusia. karena setiap manusia akan menjadi pemimpin, setidaknya bagi dirinya sendiri. Manusia yang mempunyai ilmu kepemimpinan yang baik dan mampu mengaplikasikan dengan baik pula, maka selain akan bermanfaat bagi diri sendiri juga bermanfaat bagi orang di sekitarnya dikarenakan manusia adalah mahluk social. Pemimpin pada hakikatnya adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan.[1]
Dalam lembaga pendidikan islam, ilmu kepemimpinan sangat penting, semua orang yang terlibat dalam lembaga pendidikan islam adalah seorang pemimpin, sebagai contoh dalam suatu sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, orang tua siswa adalah seorang pemimpin, yaitu pemimpin bagi dirinya untuk mencapai tujuan sesuai dengan posisinya dalam lembaga pendidikan islam. sedangkan yang menjadi pemimpin  sekolah secara organisatoris (structural kepengurusan) adalah Kepala sekolah. Jadi seorang kepala sekolah harus menguasai kepemimpinan karena apabila seorang pemimpin tidak menguasai ilmu kepemimpinan maka, apa yang di pimpin akan hancur, seperti sabda Nabi Muhammad saw “siapa yang menyerahkan urusan kepada bukan ahlinya, tunggulah kehancuranya” (H.R. Bukhori)[2].
Berikut adalah Pengertian dari kepemimpinan yang dikemukakan oleh para ahli:
1.      Cooley (1902) mengemukakan bahwa kepemimpinan selalu merupakan inti dari tendensi, dan dilain pihak seluruh gerakan social bila diuji secara teliti akan terdiri dari berbagai tendensi yang mempunyai arti tersebut.
2.      Mumford (1906-1907) mendefinisikan kepemimpinan sebagai keunggulan seseorang atau beberapa individu dalam kelompok, dalam proses mengontrol gejala social.
3.      Blackmard (1924) melihat kepemimpinan sebagai titik polarisasi untuk kerjasama kelompok.
4.      Bernard (1927) mengemukakan bahwa pemimpinan dipengaruhi oleh kebutuhan-kebutuhan dan harapan-harapan dari para anggota kelompok, yang pada giliranya ia memusatkan perhatian dan pendayagunaan energy anggota kelompok kearah yang diinginkan.
5.      Stuart (1927) mendifinisikan kepemimpinan sebagai kemampuan yang memberi kesan tentang keinginan pemimpin, sehingga dapat menimbulkan kebutuhan, rasa hormat, loyalitas dan kerjasama.
Dari lima pendapat ahli di atas semuanya hampir sama yaitu  pengklasifikasian pemimpin sebagai pusat dari perubahan, aktifitas dan proses kelompok. Pemimpin di sini di posisikan sebagai penanggung jawab atas semua yang ada dalam kelompok atau organisasinya, pemimpin juga yang menyatukan semua keinginan dari kelompok untuk di wujudkan.
1.      Bogardus (1928) menggambarkan kepemimpinan sebagai bentukan keadaan pola tingkah laku yang membuat orang lain berada di bawah perilakunya.
Menurut bogardus pemimpin adalah seseorang yang mempunyai kepribadian yang unggul di banding yang yang lain dalam suatu kelompok atau organisasi, sehingga orang-orang dalam kelompok atau organisasi tersebut mengikutinya.
2.      Orway tead (1935) mendefinisikan kepemimpinan sebagai aktivitas mempengaruhi orang untuk berkerjasama dalam mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan bersama.
Kepemimpinan sebagai seni mempengaruhi orang lain, orway tead cenderung memandang kepemimpinan sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin. Hal tersebut mencerminkan kurangnya pengakuan hak, keinginan dan kebutuhan anggota kelompok atau tradisi serta norma kelompok.
Teori ini dijadikan sebagai landasan para pemimpin yang otoriter, kebanyakan tumbuh subur di kelompok, organisasi, atau Negara yang menganut system monarci.
1.      Knickerbocker (1948), Berpendapat fungsional kepemimpinan adalah bila pemimpin dipersepsi oleh anggota kelompok sebagai pengendali dalam pemuasan kebutuhan mereka. Pemimpin di gambarkan sebagai pengendali dalam memuaskan kebutuhan para anggota atau orang-orang yang ada dalam kelompok tersebut. Dalam sebuah organisasi atau kelompok butuh seseorang yang mampu mengendalikan anggota kelompoknya yang nantinya mewujudkan kebutuhan dari seluruh anggota kelompok tersbeut.
2.      Koonts dan o’donnel (1955) memandang kepemimpinan sebagai aktifitas membujuk manusia untuk bekerjasama dalam mencapai tujuan yang sama.[3]
Konts dan o’donnel berusaha untuk menghilangkan kesan pemaksaan dalam mendefinisikannya, dan tetap memakai konsep pemimpin sebagai factor yang menentukan di dalam hubungannya dengan para pengikutnya.
3.      Shartle (1956) mendefinisikan tingkah laku kepemimpinan sebagai tingkah yang akan menghasilkan tindakan orang lain searah dengan keinginanya.
4.      Sheriff (1956) memandang kepemimpinan sebagai suatu peranan dalam suatu skema hubungan yang di tentukan oleh harapan timbale balik antara pemimpin dengan anggota lainya.
5.      Smith (1948) dan Bass (1960) menyamakan kepemimpinan kintrol dari proses interaksi.
Dari berbagai definisi di atas dapat disimpulkan bahwasanya kepemimpinan adalah ilmu untuk memerintah orang lain, yang didalam pekerjaanya untuk mencapai tujuan memerlukan bantuan orang lain. Sebagai seorang pemimpin ia mempunyai peranan yang aktif dan senantiasa ikut campur tangan dalam segala permasalahan yang berkenaan dengan kebutuhan anggota kelompoknya. Pemimpin ikut merasakan kebutuhan-kebutuhan itu dan dapat membantu menstimulir para anggotanya dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan.


B.     Fungsi dari seorang pemimpin
·         Menurut R.L. Khan mengemukakan pemimpin memiliki fungsi:
1.      Memberikan kepuasan terhadap kebutuhan para anggotanya, maksudnya pemimpin mengusahakan kenyamanan pada anggotanya baik dalam proses mencapai tujuan organisasi tersebut, maupun mengusahakan terwujudnya tujuan organisasi itu sendiri. Sebagai contoh dalam sekolah maka fungsi kepala sekolah adalah memberi kenyamanan pada guru dan stafnya yang lain, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam mengusahakan tujuan sekolah.
2.      Menyusun jalur mencapai tujuan, maksudnya membuat dan merancang  langkah-langkah untuk mewujudkan tujuan organisasi baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang.
3.      Menghilangkan hambatan-hambatan pencapaian tujuan,
4.      Mengubah tujuan anggota sehingga tujuan mereka bisa berguna secara organisatoris. Maksudnya menanamkan tujuan organisasi kepada setiap anggota sehingga tujuan organisasi menjadi tujuan bersama.
·         Menurut c. miljus mengatakan pemimpin mempunyai beberapa fungsi:
1.       Menentukan tujuan organisasi yang realistis, tujuan organisasi harus sesuai dengan latarbelakang terbentuknya organisasi tersebut dan juga harus yang mampu di capai, bukan sebuah hayalan yang tidak mungkin tercapai. Contoh dalam sekolah, kepala sekolah menentukan tujuan sekolah yaitu mencerdaskan pebelajar tidak boleh sekolah bertujuan untuk mencari laba uang sebanyak-banyaknya atau menjadikan pebelajar menjadi obyek coba-coba progam pemerintah karna tidak realistis
2.      Memfasilitasi anggota agar dapat bekerja dengan baik
3.      Mengkomunikasikan kepada anggota apa yang harus mereka lakukan/kerjakan.
4.      Mengapresiasi setiap tindakan anggota.
5.      Memberikan wewenang kepada anggota sesuai dengan tugasnya dan apabila ada tugas yang tidak bisa di kerjakan oleh anggota dapat mengundang partisipasi oleh anggota yang lain apabila memungkinkan.
6.      Menghilangkan hambatan
7.      Menunjukan perhatian kepada anggota.
C.    Gaya Kepemimpinan
Pada umumnya kepemimpinan dibagi menjadi tiga jenis:
1.      Kepemimpinan OTOKRATIK
Gaya kepemimpinan ini mutlak segala keputusan ada pada satu orang, gaya kepemimpinan ini sering menjadikan anggota menjadi tidak nyaman karena tidak mempunyai hak berupa peluang untuk membuat keputusan.
2.      Kepemimpinan DEMOKRASI
Yaitu kepemimpinan berdasarkan demokrasi, dalam arti bukan dipilihnya pemimpin itu secara demokratik saja, melainkan cara yang dilaksanakan sipemimpin yang demokratik, artinya kebijakan apapun itu di ambil secra musyawarah sehingga keputusan yang nantinya di putuskan oleh pemimpin adalah hasil musyawarah.
3.      Kepemimpinan BEBAS
Kepemimpinan seperti ini adalah kepemimpinan yang menjadikan pemimpin sebagai penonton yang bersifat pasif.[4]

D.    Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Pemimpinan
Menurut H. Jodeph ada 6 faktor yang mempengaruhi efektivitas kepemimpian, yaitu :
1.      Kepribadian
2.      Pengharapan dan perilaku atasan
3.      Karakteristik, harapan, dan perilaku bawahan
4.      Kebutuhan tugas
5.      Ikim dan kebijakan organisasi
6.      Harapan dan perilaku rekan

Menurut davis ada empat faktor yang mempengaruhi kepemimpinan, yaitu:
1.      Kecerdasan. Seorang pemimpin seharusnya mempunyai kecerdasan lebih dari para anggotanya,
2.      Kematangan keluasan social. Seorang pemimpin biasanya memiliki emosi yang stabil, matang, memiliki aktifitas dan pandangan yang cukup matang
3.      Motifasi dalam dan dorongan prestasi. Dalam diri seorang pemimpin harus mempunyai motifasi dan dorongan untuk mencapai suatu tujuan.
4.      Hubungan manusia. Memimpin harus bias mengenali dan menghargai para angotanya.




BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Kepemimpinan adalah ilmu untuk memerintah orang lain, yang didalam pekerjaanya untuk mencapai tujuan memerlukan bantuan orang lain. Sebagai seorang pemimpin ia mempunyai peranan yang aktif dan senantiasa ikut campur tangan dalam segala permasalahan yang berkenaan dengan kebutuhan anggota kelompoknya. Pemimpin ikut merasakan kebutuhan-kebutuhan itu dan dapat membantu menstimulir para anggotanya dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan.
Fungsi dari seorang pemimpin ialah Memberikan kepuasan terhadap kebutuhan para anggotanya, Menyusun jalur mencapai tujuan, Menghilangkan hambatan-hambatan pencapaian tujuan, Mengubah tujuan anggota sehingga tujuan mereka bisa berguna secara organisatoris, Menunjukan perhatian kepada anggota, Mengapresiasi setiap tindakan anggota, Memberikan wewenang kepada anggota sesuai dengan tugasnya dan apabila ada tugas yang tidak bisa di kerjakan oleh anggota dapat mengundang partisipasi oleh anggota yang lain apabila memungkinkan. Ada tiga gaya kepemimpinan OTOKRATIK, DEMOKRASI, BEBAS. Factor yang mempengaruhi kepemimpinan yaitu Kecerdasan, Kematangan keluasan social, Motifasi dalam dan dorongan prestasi, Hubungan manusia.
B.     Saran
Penulis menyarankan untuk tidak menggunakan makalah ini sebagai acuan yang mutlak karena makalah ini jauh dari kesempurnaan oleh karena itu penulis menyarankan kepada semua pembaca makalah ini untuk mencari sumber-sumber lain untuk menyempurnakan makalah ini.




DAFTAR PUSTAKA

Hussein bisri 1993. Hadist shahih bukhori. Al iklas. Surabaya.
Wahjosumidjo. 2008. Kepemimpinan kepala sekolah. Rajawali pres. Jakarta.
Anoraga Pandji. 2003. Psikologi kepemimpinan. Rineka cipta. Jakarta.



[1] DR. Nanang Fattah, Landasan Manajemen Pendidikan, 2011, (Bandung:Rosdakarya), 88.
[2] Hadist shahih bukhori. Hussein bisri. Al iklas. Surabaya. Hal 369
[3] Wahjosumidjo. Kepemimpinan kepala sekolah. Rajawali pres. Jakarta. Hal, 105
[4] Pandji anoraga. Psikologi kepemimpinan. Rineka cipta. Jakarta. Hal: 7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate